Pernikahan bukan hanya formalisasi hubungan suami-istri, pergantian status
dari single menjadi couple, ataupun pemenuhan kebutuhan fitrah manusia serta bukan
hanya upacara sakral yang merupakan bagian dari daur kehidupan manusia. Namun
pernikahan adalah bukti ketundukan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sebuah kemestian bagi setiap muslim untuk berusaha menyempurnakan ibadahnya semaksimal mungkin, tidak terkecuali dengan sebuah proses pernikahan.
Semua itu dilakukan agar hikmah dan berkah dari ibadah itu dapat dirahmati serta
diridhoi oleh Allah Azzawa Jalla.
Menikah adalah sebuah tahapan dakwah dan salah satu tingkatan amal dalam
tahapan dakwah yang dituntut dari seorang kader. Karena menikah adalah sebuah tahapan
untuk mencapai tahapan dakwah selanjutnya oleh karena itu, menikah bukan untuk mematikan
potensi dan aktivitas seorang kader, menikah juga bukan untuk membatasi gerak seorang
kader.
Menikah adalah sebuah sarana untuk menyatukan ide-ide cerdas dari dua
orang kader tertarbiyah, untuk membuat sebuah formasi dan perencanaan untuk mencapai
tahapan dakwah selanjutnya. Idealnya dengan pernikahan seorang kader dakwah akan
lebih produktif dalam berdakwah. Aktivitas domestik juga harus bisa disikapi dan
bisa dikomunikasikan sehingga tidak menjadi sebuah alasan bagi kader untuk
mundur teratur dari barisan dakwah.
Menikah juga memberikan rasa aman dan nyaman. Segala sesuatu bisa
dikomunikasikan untuk mendapatkan jalan yang terbaik. Dengan menikah, seorang
suami diharapkan mampu meningkatkan kapabilitasnya dan seorang istri juga tidak
terbatasi aktivitasnya dalam berkarya. Pengembangan potensi, karier, dan aktivitas
dakwah yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya. Semuanya akan berjalan seiring
dengan proses belajar secara bersama dan berkelanjutan.
Karena menikah adalah menjaga kehormatan diri.
Saling mengisi dan menyempurnakan.
Saling mendukung dan menyemangati.
Saling menasehati dan mengingatkan.
Saling menguatkan dan menenteramkan hati.
Rabbana hablana min azwajinaa
Wadzurriyaatinaa qurrotaa’yun
Waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman
Aaminn...
~Karena Ngawi ternyata memiliki (r)asa tersembunyi, 16 Maret 2015~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar