Kamis, 07 Agustus 2014

KALAU BERSIN HATI-HATI... (terutama buat yang masih single)

Hanya dengan ‘bersin’ pak dhenya ustad salim menemukan jodohnya. 
 
Suatu saat ketika beliau berada di kereta, ketika bersin (alhamdulillah) kemudian ada suara pelan akhwat dari kejauhan yang menjawab yarhamukallah, sontak saat itu juga beliau menghampiri sang akhwat yang ternyata juga berjilbab (tahun 80-an wanita berjilbab itu langka bangetz loh..^^). 
 
Beliau kemudian menyodorkan kertas, dan menyuruh sang akhwat menulis nama ayah dan alamat rumahnya. Sang akhwat pun kaget, buat apa?? beliau menjawab karena ingin tholabul ilmi dengan ayah anda. Sampailah pada cerita beliau kemudian bertamu ke rumah ayah akhwat itu dan menjelaskan maksud dan tujuannya. tujuan yang pertama adalah karena ingin bersilaturrahmi, tujuan yang kedua adalah ingin bertholabul ilmi karena bisa mendidik anak – anak yang luar biasa, dan tujuan ketiga jika ayah sang akhwat berkenan agar langsung mempraktekkan ilmu yang didapat dengan menikahi putrinya. 
 
Sang ayah pun kaget, bingung, karena putrinya ada 5, mau menikah dengan yang mana. Beliau pun menjelaskan perihal bertemunya dengan putrinya di dalam kereta, dan sang ayah pun dengan ligas berkata “Kalau saya nikahkan denagn yang itu saja gimana” beliau menjawab “iya pak saya siap” Masya Allah, Subhanallah.
Menikahlah pak dhe dan bu dhenya ustad salim yang kata ustad salim sampai sekarang pak dhe dan bu dhenya itu masih tetap mesra, masih sering cubit-cubitan..hehe. Ustad salim pun kemudian menyuruh para hadirin untuk mempraktekkan cara pak dhenya dalam menjemput jodoh dengan bersin, dan lihatlah sipa yang menjawab..heheh..mungkin ibu-ibu atau nenek-nenek yang menjawab..haha :D Tapi mereka mungkin punya anak atau cucu yang bisa dinikahkan dengan kita..eheheheh :)
 
Begitu juga dengan kisah bertemunya ustad salim dengan istrinya ustadzah dwi indah. So sweet banget dah..benar-benar menikah di jalan dakwah..:) Hanya sekitar 1 bulan sejak mereka dita’arufkan, mereka langsung menikah..(**Lihat blog ustad salim di salimafillah.com baca artikel yang berjudul “Nazhar bukan sekedar Ta’aruf”)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar