HARTA KARUN TELAH DITEMUKAN...!!!
---Seminar Ilmiah : Menyibak Harta Karun Mahasiswa yang Terpendam---
![]() |
| Testimoni Peserta Seminar Ilmiah |
“Terimakasih buat acara ini..., Saya banyak belajar untuk menemukan siapa diri Saya, dan belajar menemukan kemampuan dan potensi diri Saya....”
__Yogyakarta, 3 Mei 2014__
Itulah petikan kalimat testimoni yang disampaikan salah satu peserta Seminar Ilmiah yang diselenggarakan oleh EXACT (Excellent Academic Community) di Gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bukan tanpa alasan kata “Harta Karun” dijadikan tema seminar pada kesempatan kali ini. Seminar Ilmiah yang dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta ini, mengundang tiga pembicara yang berasal dari kalangan akademisi, profesional dan mahasiswa berprestasi. Tujuan diadakan event ini, untuk menggali potensi “Harta Karun” dalam diri mahasiswa yang sebagian besar luput dan bahkan mahasiswa tidak menyadarinya sendiri.
Khafidz Nasrullah, mahasiswa Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, menjadi pemateri pertama pada seminar ini. Mahasiswa yang mengakui dirinya “Wong Ndeso” ini, pernah mendapatkan penghargaan sebagai juara wirausahawan muda di level nasional dan internasional selama tahun 2013-2014.
![]() |
| Khafidz Nasrullah |
Salah satu usaha yang melambungkan namanya ini adalah usaha industri “Minyak Atsiri” dari daun cengkeh di kampung halamannya kabupaten Kendal. Bukan hanya karena keuntungan besar atau omsetnya ratusan juta yang menjadikan mas Khafidz ini menjuarai berbagai event, akan tetapi “cara” beliau menemukan passion-nya dan jeli melihat peluang itulah kunci sukses berwirausaha sejak mahasiswa. Tidak hanya itu, kontribusi usaha beliau yang berhasil meningkatkan taraf hidup dan pendapatan ekonomi masyarakat didesanya 3 kali lipat dari semula itu menjadi poin penting dalam proses berkontribusi untuk masyarakat luas. Cerita awal kisahnya, bermulai dari semester awal berjualan angkringan, tanaman hias, sampai burung “berkicau” pernah dilaluinya. Saat itu tujuan awal ia berjualan adalah untuk biaya hidup di Jogja sebagai mahasiswa yang minim kiriman bulanan dari orang tua. Masa sulit itu pasti dialami setiap orang dalam berusaha, akan tetapi bagaimana kita menyikapi dan mensyukurinya itulah yang menjadikan kita mencapai tujuan, seperti itulah proses yang dialami seorang wirausahawan muda ini.
Pemateri kedua adalah pemilik lembaga konsultan “Metamorfosa” Yogyakarta, beliau adalah Ibu Pihasniwati, S.Psi., MA. Selain sebagai trainer dan motivator , beliau aktif sebagai dosen psikologi di Fakultas Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga.
![]() |
| Pihasniwati, S.Psi., MA. |
Bidang pengembangan psikologi manusia menjadi bahan utama dalam materi yang beliau sampaikan. Beliau memulai berbicara dengan mengajak peserta seminar untuk membuka diri dan mencoba mencari potensi “Harta Karun” yang tidak terduga dari diri mahasiswa. Tentunya gaya khas seorang trainer dan motivator yang komunikatif, menyenangkan dan edukatif ini membuat seluruh peserta larut dan meriah dalam suasana yang menyenangkan. Aspek spiritualpun juga tak luput dari perhatian dan fokus penyampaian materi. Beliau menyampaikan “Barang siapa yang mengenali dirinya, maka ia juga akan mengenali Tuhannya”, itulah salah satu kunci pembuka harta karun dalam diri seseorang untuk mengembangkan kemampuannya lebih hebat lagi.
Selanjutnya, seorang alumni S-3 Tokyo Institute of Technology di Jepang menjadi pemateri ketiga. Beliau adalah bapak Nopriadi Hermani, S.T., M.Sc., Ph.D., selain sebagai akademisi dan profesional beliau juga menjadi dosen teknik di UGM Yogyakarta.
| Nopriadi Hermani, S.T., M.Sc., Ph.D. |
Sebelum menempuh jenjang S-3 di Jepang, beliau menyelesaikan S-2 di Nanyang University of Singapore, dan S-1 di UGM Yogyakarta. Pengalaman menempuh pendidikan di 3 negara yang berbeda sampai mengaplikasikan ilmunya sebagai pendidik di Indonesia menjadi bahan utama materi kiat sukses mendidik generasi cerdas. Sebagai seorang akademisi beliau menguraikan tentang problematika sistem pendidikan Indonesia dan mencoba membandingkan dengan negara maju. Sisi kelebihan dan kekurangan itu selalu ada disetiap pendidikan disemua negara baik Indonesia maupun luar negeri. Poin penting dalam membangun generasi adalah mengutamakan akhlak sebagaimana tugas utama Nabi diutus dimuka bumi untuk menyempurnakan akhlak. Beliau juga memaparkan pentingnya integritas spiritual, sosial dan intelektual yang harus terintegrasi dalam proses membangun bangsa yang besar melalui pendidikan.
Secara keseluruhan Seminar Ilmiah kali ini memberikan pengalaman yang luar biasa bagi seluruh peserta yang hadir. Antusiasme peserta yang sangat tinggi diperlihatkan ketika dibuka sesi tanya jawab dan hampir separuh peserta mengangkat tangan untuk mendapat kesempatan bertanya kepada pemateri. Acara ini dimeriahkan juga oleh penampilan “Difabel Acoustic” dari teman-teman Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga. Selain itu ditampilkan pula stand produk “Es Cream Jantung Pisang” dan stand berbagai buku ilmiah juga inspiratif bagi pengunjung. Penghujung seminar ditutup dengan launching Majalah Ilmiah “ENTER” yang merupakan media pulikasi karya inspiratif anggota EXACT. Semoga acara ini menambah manfaat dan berkontribusi baik dalam membentuk generasi cerdas untuk bangsa Indonesia.
---Salam Kompeten, Profesional dan Kontributif---
(Media dan Jaringan EXACT)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar