YOGYA (KRjogja.com) - Masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) mengadakan kampanye lapangan, berjalan dari DPRD DIY menuju kawasan titik nol. Mereka menyuarakan konsumsi pangan lokal, yang kini sudah kalah oleh keberadaan pangan impor.
Koordinator Lapangan Didik Kurniawan menerangkan, ini adalah aksi mahasiswa pertanian dari beberapa kampus seperti UMY, UGM, UNY, UIN, dan STIMIK AMIKOM. Kegiatan ini didukung oleh Kementrian Pertanian, dan digelar serentak di sembilan kota di Indonesia. "Funwalk ini untuk mensosialisasikan konsumsi berbagai produk pangan lokal seperti singkong, jagung, atau kacang tanah, untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional," jelasnya, Minggu (18/05/2014).
Menurut Didik berbagai udah digelar dalam rangkaian kampanye sejak beberapa bulan lalu, seperti lomba foto, bazar pangan, dan seminar nasional. Acara hari ini adalah puncak yang diisi dengan orasi serta peneriakan yel-yel dukungan terhadap pangan lokal di kawasan titik nol, yang diakhiri dengan pembagian beberapa pangan lokal seperti buah salak dan makanan ringan lokal. "Kami ingin menamkan bahwa pangan lokal tidak kalah dengan pangan impor yang menyerbu bangsa kita, dan yang memprihatinkan saat ini pangan impor lebih banyak dikonsumsi," jelasnya. (Den)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar