Rabu, 21 Januari 2015

Eksistensi I Asma Nadia

Ini hanya coretan saja ya, curhat saya. kalau kelihatannya ruwet dan tidak ilmiah atau logis, maafkan:)
Entah kenapa, saya merasa begitu berkepentingan untuk menyerukan ke banyak muslimah, untuk berusaha memiliki eksistensi. Bisa dikenali sebagai 'someone', sbg dirinya sendiri. Utuh. Bukannya selalu menjadi bagian dari pihak2 tertentu. Maksud saya, tanpa meremehkan status sebagai istri si fulan, ibu dari fulan dan fulanah, anaknya pak fulan, atau alumnus dari kampus A, dstnya. Saya hanya ingin muslimah punya nilai lebih lagi.

Sabtu, 17 Januari 2015

Lamaran Romantis..


Dibalik lamaran romantis
"Let slowly grow old together!"
Isa Alamsyah
Sulit menemukan padanan bahasa Indonesia yang sama romantisnya jika diterjemahkan.
"Mari perlahan menjadi tua bersama!"
Terdengar kurang romantis.

Mungkin lebih enak
"Aku ingin hidup bersamamu sampai tua!"
"Mari hidup bersama sampai kita tua!"
atau lainnya...
Tapi sebenarnya kalimat di atas bukan sekedar romantis tapi sangat kuat
maknanya.
Let slowly - kenapa pakai kata "secara lambat" ?
Itu adalah simbol kebahagiaan.
Kalau kita sedang happy berada di tempat yang sangat indah bawaaannya mau berlama-lama kan? Karena happy.
Jadi slowly menujukkan cinta yang begitu indah sehingga tidak ingin segera berakhir.
Grow old - menujukkan optimisme.
Di saat sang calon istri menderita penyakit parah, bahkan dianggap usianya tinggal menghitung hari atau bulan - sang kekasih optimis akan hidup sampai tua bersama.
Sulit menerjemahkan kalimat "Let slowly grow up (old*) together!" tapi yang penting kita tahu begitu dalam maknanya.
Bagaimana dengan kita dan pasangan?

source fromhttps://www.facebook.com/AsmaNadia.Penulis

Senin, 12 Januari 2015

DAYA PENULIS @salimafillah

DAYA PENULIS
@salimafillah

Semoga Allah berkahi tiap kata yang mengalir dari ujung jemari kita. Sungguh, sesusun kalimat dapat menggugah jiwa manusia dan mengubah arah laju dunia. Bagaimana sebuah tulisan
mengilhami; tak tersia, tak jadi tragika, dan tak menjatuhkan penulisnya dalam gelimang kemalangan?

DAYA KETUK

Daya ketuk ini yang paling berat dibahas. Yang mericau ini pun masih jauh darinya dan tertatih belajar merengkuhnya. Ia soal hati; terkait niat dan motivasi. Tapi pertama-tama, marilah kita jawab ketiga pertanyaan ini: 1) Mengapa saya harus menulis? 2) Mengapa hal ini harus ditulis? 3) Mengapa harus saya yang menuliskannya?