Senin, 16 November 2015

Sejuk tatap wajahmu



Melihat tawamuMendengar senandungmuTerlihat jelas dimatakuWarna - warna indahmu

Menatap langkahmuMeratapi kisah hidupmuTerlihat jelas bahwa hatimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s'laluRedakan ambisikuTepikan khilafkuDari bunga yang layu

Saat kau disisikuKembali dunia ceriaTegaskan bahwa kamuAnugerah terindah yang pernah kumiliki
Belai lembut jarimuSejuk tatap wajahmuHangat peluk janjimuAnugerah terindah yang pernah kumiliki
-----------------------
Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki
oleh: Sheila On 7

Sabtu, 05 September 2015

Secangkir Teh Hangat Darimu


Kuberanjak dari tidurku
mencoba melukis pagiku
berharap keajaiban kan datang
daun tak bergerak
sang burung terdiam
menanti senyuman

Berdiri termangu membisu
apakah yang akan terjadi
akankah keindahan menyapa
rumput tak berdesah
tunduk tak bergoyang
menanti sentuhan

Berat ‘tuk melangkah
memulai hari ini
namun semua itu sirna
kau kini ada

Sebuah kecupan darimu
cukup membuat duniaku terasa lebih terang
Secangkir teh hangat darimu
cukup ‘tuk awali hari terindah dalam hidupku

---Sheila On 7 "Kau Kini Ada"---


Terimakasih Dek, telah meng-Genap-kan Rasa.... :) :D ^_^"
___6 Agustus - 6 September 2015___

Rabu, 26 Agustus 2015

Ternyata Kamu, Seseorang yang Kusebut "Rumah"


(Repost) --- Pernikahan bukan hanya formalisasi hubungan suami-istri, pergantian status dari single menjadi couple, ataupun pemenuhan kebutuhan fitrah manusia serta bukan hanya upacara sakral yang merupakan bagian dari daur kehidupan manusia. Namun pernikahan adalah bukti ketundukan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sebuah kemestian bagi setiap muslim untuk berusaha menyempurnakan ibadahnya semaksimal mungkin, tidak terkecuali dengan sebuah proses pernikahan. Semua itu dilakukan agar hikmah dan berkah dari ibadah itu dapat dirahmati serta diridhoi oleh Allah Azzawa Jalla.

Menikah adalah sebuah tahapan dakwah dan salah satu tingkatan amal dalam tahapan dakwah yang dituntut dari seorang kader. Karena menikah adalah sebuah tahapan untuk mencapai tahapan dakwah selanjutnya oleh karena itu, menikah bukan untuk mematikan potensi dan aktivitas seorang kader, menikah juga bukan untuk membatasi gerak seorang kader.

Menikah adalah sebuah sarana untuk menyatukan ide-ide cerdas dari dua orang kader tertarbiyah, untuk membuat sebuah formasi dan perencanaan untuk mencapai tahapan dakwah selanjutnya. Idealnya dengan pernikahan seorang kader dakwah akan lebih produktif dalam berdakwah. Aktivitas domestik juga harus bisa disikapi dan bisa dikomunikasikan sehingga tidak menjadi sebuah alasan bagi kader untuk mundur teratur dari barisan dakwah.

Menikah juga memberikan rasa aman dan nyaman. Segala sesuatu bisa dikomunikasikan untuk mendapatkan jalan yang terbaik. Dengan menikah, seorang suami diharapkan mampu meningkatkan kapabilitasnya dan seorang istri juga tidak terbatasi aktivitasnya dalam berkarya. Pengembangan potensi, karier, dan aktivitas dakwah yang lain tetap berjalan sebagaimana mestinya. Semuanya akan berjalan seiring dengan proses belajar secara bersama dan berkelanjutan.

Karena menikah adalah menjaga kehormatan diri.
Saling mengisi dan menyempurnakan.
Saling mendukung dan menyemangati.
Saling menasehati dan mengingatkan.
Saling menguatkan dan menenteramkan hati.

Rabbana hablana min azwajinaa
Wadzurriyaatinaa qurrotaa’yun
Waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman

Aaminn...

Ternyata Kamu, Seseorang yang Kusebut "Rumah"

Jumat, 31 Juli 2015

Walimatul 'Ursy ; Tri & Santi

Bismillahirahmanirrahim...

Assalamuallaikum Wr.Wb.

Maha Suci Allah yang menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, perkenankanlah kami untuk melaksanakan Syariat-Mu, mengikuti Sunnah Rasul-Mu dalam membentuk keluarga yang Sakinah, Mawadah, dan Warahmah.

Mengundang seluruh keluarga, rekan-rekan, sahabat dan kenalan dalam acara syukuran pernikahan kami insyaAllah pada :

Hari, tanggal : Sabtu, 8 Agustus 2015 
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Sukorejo, RT 01/RW 01, Desa Kedungharjo, Kec. Mantingan, Kab. Ngawi, Jawa Timur

Atas doa restu dan kehadirannya, dengan sepenuh hati kami sampaikan terimakasih.

Wassalamua'llaikum wr.wb

Salam dari kami,
Tri Sunaryanto & Santi Puji Astuti

(*Akad Nikah 6 Agustus 2015)






Selasa, 21 Juli 2015

Barakallahu Laka "Bahagianya Merayakan Cinta"



Barakah itu membawa senyum, meski air mata menitik nitik. 
Barakah itu menyergapkan rindu ditengah kejengkelan. 
Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut disaat dada kita sesak oleh masalah. 

Sesudah menikah, semoga barakah hidup kita semakin bertambah. Barakah mengasah rasa, menempa jiwa, memberikan sebuah dunia yang kadang tak tertembus penglihatan manusia biasa. 

Suatu hari mungkin kita menyaksikan seorang lelali, ikut antri di warung pecel lele di daerah Monjali (Monumen Jogja Kembali). Mendung bergantung sore itu, dan warna hitam yang menyeruak di barat mlai mendekat. Dia, berkaos putih yang lehernya mulai geripis, di kepalanya ada pecis putih kecil, dan celananya beberapa senti di atas mata kaki. Sandal jepit swallow yang talinya hampir putus nyangkut di antara jempol dan jari kakinya. Seperti yang lain ia juga memesan, '' Pecel Lele Mas!'' 
''Berapa?'' tanya Mas penjual yang asyik menguleg sambal terasi sambil sesekali meraih sothil besar untuk membalik gorengan lele di wajan raksasa. Gemuruh bunyi kompor mengharuskan orang bicara sedikit keras. 
''Satu. Dibungkus...'' Perlahan tangannya merogoh saku celana, lalu duduk sembari menghitung uangnya. Malu-malu, tangannya dijorokkan sedikit ke bawah meja. Uang pecahan ratusan yang sudah disatukan dengan selotip bening per sepuluh keping, pas jumlahnya sesuai harga. 

'' Nggak makan sini aja Mas?? Takut keburu hujan ya?'' 
''hi hi, buat istri...'' 
''Oowh...'' 

selesai pesanannya dibungkus, bersamaan dengan bunyi keritik yang mulai menggambar titik-titik basah di tenda terpal milik Mas Pecel Lele. Agak berlari ia keluar, tapi melebatnya sang hujan jauh lebih cepat dari tapak-tapak kecilnya. 
Khawatir pecel lele untuk istri tercinta yang hanya dibungkus kertas akan berkuah, ia selipkan masuk ke perutnya. Bungkusan itu ia rengkuh erat dengan tangan kanan, tersembunyi di balik kaos putih yang mulai transparan disapu air. Tangan kirinya ke atas, mencoba melindungi kepalanya dari terpaan ganas hujan yang tercurah memukul-mukul. Saat itu ia sadar, ia ambil pecinya. Ia pakai juga untuk melapisi bungkusan pecel lele.huff, lumayan aman sekarang. Tapi 3 kilometer bukan jarak yang dekat untuk berjalan di tengah hujan bukan?? 

Apa perasaan anda melihat lelaki ini?kasihan. Iba. Miris. Sedih. 
Itukan Anda! 
Coba tanyakan pada lelaki itu, kalau anda bertemu. Oh, sungguh berbeda. Betapa berbunga hatinya. Dadanya dipenuhi heroisme sebagai suami baru yang penuh erjuangan untuk membelikan penyambung hayat istri tercinta. 
Jiwanya dipenuhi getaran kebanggaan, keharuan dan kegembiraan. Kebahagian seolah tak terbatas, menyelam begitu dalam di kebeningan matanya. Ia membayangkan senyum yang menantinya, bagai bayangan surga yang terus terhidupkan yang terus terhidupkan dirumah petak kontrakannya. 
Di tengah cipratan air dari mobil dan bus kota yang bersicepat, juga sandalnya yang putus lalu hilang ditelan lumpur becek, ia akan tersenyum. Senyum termanis yang di saksikan jagad. Seingatnya, ia belum pernah tersenyum semanis itu saat ia membujang,.. Subhaanallaah.. 

*Cerita ini bersumber dari kisah nyata yang dialami Ustad Mohammad Fauzil Adhim (penulis buku Kupinang Kau dengan Hamdallah) 

Saat mereka mendoakan, ''Barakallahu Laka...'' 
kubisikan kepadamu, ''Cintamu sehangat ciuman bidadari...'' 
Kau menjawab, ''Ada barakah di kala bidadari cemburu.'' 

Ketika mereka meminta lagi pada Allah, 
''Wa baarakallahu 'alaika...'' 
Lirikanmu menelisik hatiku, ''Dalam badai, dekap aku lebih erat!'' 
''Bersama barakah, masalah akan menguatkan jalinan, '' begitu kau yakinkan. 

Lalu mereka menutup, ''Wa jama'a bainakuma fii khaiir...'' 
Maka tangan kita saling berpaut dan jemarinya menyatu, 
''Genggam tanganku, rasakan kekuatan cinta!'' 

--- Salim A.Fillah, Barakallahu Laka "Bahagianya Merayakan Cinta" ---

Minggu, 12 Juli 2015

Jalan Ci(n)ta Para Pejuang


Di sana, ada cita dan tujuan
yang membuatmu menatap jauh ke depan
di kala malam begitu pekat
dan mata sebaiknya dipejam saja
cintamu masih lincah melesat
jauh melampaui ruang dan masa
kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
lalu di sepertiga malam terakhir
engkau terjaga, sadar, dan memilih menyalakan lampu
melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
dengan cita yang besar, tinggi, dan bening
dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
dengan nurani, tempatmu berkaca tiap kali
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban,
menyeru pada iman
walau duri merantaskan kaki,
walau kerikil mencacah telapak
sampai engkau lelah, sampai engkau payah
sampai keringat dan darah tumpah
tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta para pejuang

Senin, 06 Juli 2015

repost : Cinta dan Rasa?


"Cinta adalah seni menghidupkan hidup, ujar Anis Matta dalam serial cintanya. Indah bukan ? Begitulah Allah menakdirkan cinta sebagai kata kerja. Seseorang yang memutuskan untuk mencintai maka langkah selanjutnya ia akan mencari jalan untuk memberi dan memberi. Begitulah alur kisahnya. Jika ada yang bilang mudah untuk jatuh cinta kepada seseorang maka kemungkinan itu hanyalah jatuh “rasa” bukan cinta"

Pernahkah kau mengalaminya?

(Selanjutnya dijawab dalam hati....)

Selasa, 23 Juni 2015

Secuil Rasa di Bulan Ramadhan....


Jangan pernah menganggap sesuatu yang menyakitkan sebagai sebuah hasil. Karena jika sudah demikian, itulah yang akan terjadi. Karena Tuhan sesuai dengan prasangka kita. Tapi anggaplah sesuatu yang menyakitkan itu sebagai proses, jalan yang harus ditempuh untuk menuju yang terbaik pada akhirnya, terbaik menurutNya.
___ Genap

Jumat, 15 Mei 2015

Kembalilah, Nak...



Nak...,
Melangkahlah sejauh mungkin sampai keletihan letih mengikuti langkahmu,
dan bila kau menemui tempat pelabuhan hikmah, berhentilah sejenak disana,

Nak...,
Nikmati dan catat tiap hikmahnya, setelah itu lanjutkan kisah langkahmu.
Telusuri dan carilah lagi sebanyak mungkin. Dan tetaplah ingat, yg kau temui hanya pelabuhan hikmah.

Nak...,
Tetaplah Yakin, bahwa Hikmah Terbesar, pada akhirnya akan kau temui.
Dimana?

"....di suatu tempat yg kau sebut RUMAH"

#KembalilahNak :') #IngatRumah #Hikmah

Selasa, 05 Mei 2015

Yang terkadang berTamu tanpa berTemu


Pernahkah kau berpacu rasa dengan waktu?
Dimana hasilnya, ia selalu mengalahkanmu.
Bukan tentang seberapa cepat masa lalu hadir didepanmu
Tapi, ini tentang seberapa hebat waktu menghadirkan rindu

Lagi-lagi, ini tentang waktu(ku) dan waktu(mu)
Yang terkadang berTamu tanpa berTemu

@IntegratedLaboratory2ndFloor #06052015

Minggu, 03 Mei 2015

'...dan setelah kita hidup bersama dengan seseorang, (...) "

"Ideal itu kan proses. Kita ga akan pernah tau seseorang itu ideal atau nggak buat kita, sebelum kita hidup menggenap bersama orang itu. Jadi, seberapa lamapun kita mencari pasangan yang ideal buat kita, kita tidak akan pernah menemukannya. Bukan karena tak ada, tapi sekali lagi; karena kita baru akan benar-benar tahu seseorang itu ideal apa nggak buat kita, setelah kita hidup dengan orang tersebut. Dan setelah kita hidup bersama dengan seseorang, di satu titik kita akan memahami; ada banyak hal yang jauh lebih penting dan dibutuhkan untuk mengarungi rumah tangga, selain kondisi ‘ideal’"___ Genap

"Jangan mencari pasangan yang mau menerima kamu apa adanya. Tapi carilah pasangan yang kepadanya, kamu selalu siap sedia untuk memberikan yang terbaik yang kamu bisa. Karena hanya pemberian terbaiklah, yang akan menghasilkan penerimaan terbaik pula"
___ Genap

"Kita memang tak pernah tahu siapa ditakdirkan untuk siapa, tapi takdir tak selalu berupa intervensi Tuhan terhadap makhlukNya. Ada juga takdir yang disebut dengan sunatullah, takdir berupa hasil dari apa yang kita usahakan. Siapa jodoh kita memang sudah tercatat rapi di lauhul mahfudz sana, tapi bagaimana seseorang sampai pada jodohnya tentu saja tergantung dari usahanya. Jika belum sampai, mungkin itu adalah kode, kalau ada sunatullah yang belum dipenuhi, ada ikhtiar yang masih belum disempurnakan, ada doa yang tak sempat dilantunkan. Bahkan jika merasa segala upaya sudah dicoba, tapi tak kunjung jua sampai pada jodohnya; tetaplah berusaha dan berdoa. Jangan khawatir, karena ada pahala dalam setiap doa dan usaha, ada sederet kesabaran dalam proses menunggu, ada kekuatan yang tersembunyi dibalik ujian. Tetaplah berusaha, Sayang. Sambil menyerahkan segala urusan pada-Nya, maka yang terbaik akan datang dalam kehidupan kita. Entah itu urusan jodoh, atau yang lainnya"
___ Genap

Terimakasih, karena sudah menyadarkan, bahwa cara terbaik untuk berdamai dengan masa lalu adalah dengan menciptakan masa kini dan masa depan yang lebih baik. 
(Letters to Karel, Nazrul Anwar)

source from : Abinya Karel

Kamis, 30 April 2015

Part of Lyric...



Setiap manusia punya rasa cinta, yang mesti dijaga kesuciaanya


Namun ada kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta


Kuinginkan dia,yang punya setia.Yang mampu menjaga kemurniannya.


Saat ku tak ada, ku jauh darinya, amanah pun jadi penjaganya


--Part of lyric Bidadari Surgaku @Uje--

Jumat, 24 April 2015

Ma`iz dan Ghamidiyah ; Sosok Manusia Langka

Mengaku BersalahRasulullah SAW tampak keheranan mendengar pengakuan tulus Ma`iz bin Malik. Sadarkah Ma`iz bahwa pengakuannya berakibat dijatuhi hukuman mati? Karena itu, Rasulullah bertanya, apakah orang ini sedang mengalami gangguan kejiwaan. "Ia tidak gila!" jawab sahabat yang hadir.

Namun, Rasulullah SAW masih juga meragukan ketulusannya. Beliaupun menyuruh salah seorang di antara yang hadir untuk mencium aroma tubuhnya. Jangan-jangan ada bau minuman keras, bisa diduga laki-laki ini sedang mabuk berat. Juga tak tercium sedikit pun bau minuman keras di tubuhnya. Untuk lebih meyakinkan, Rasulullah SAW bertanya langsung kepadanya, apakah betul Anda berzina. "Ya," jawab Ma`iz, seraya mendesak agar segera dibersihkan dirinya dari dosa zina. Dia siap menjalani hukuman rajam.

Kasus serupa terjadi pada diri wanita Ghamidiyah asal lembah Juhainah. Di hadapan Rasulullah SAW ia mengaku hamil hasil zina, dan memohon agar dijatuhi hukuman rajam seperti terjadi pada Ma`iz. Rasulullah SAW menganjurkan agar ia segera bertaubat kepada Allah, sambil menunggu lahir bayi yang di kandungnya.
Wanita itu kembali melaporkan diri setelah bayinya lahir, dan mendesak agar segera menjalani eksekusi. Rasulullah SAW masih juga menyuruhnya pulang dan memberinya kesempatan untuk menyusui sampai anaknya bisa disapih.

Wanita malang ini datang kembali sambil menggendong anaknya, di tangannya ada sepotong roti sebagai tanda bahwa sang anak benar-benar sudah disapih.

Kesempatan ini mestinya dapat dimanfaatkan oleh Ghamidiyah untuk melarikan diri. Rasulullah pun tidak akan menyuruh para sahabat mencari wanita itu, atau memasukkannya dalam daftar buronan jika benar bahwa setelah anaknya disapih ternyata ia tidak melaporkan diri. Tampaknya Rasulullah SAW sangat memahami bahwa wanita ini sungguh-sungguh bertaubat dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Ma`iz dan Ghamidiyah adalah sosok dua anak manusia langka di zaman sekarang ini.
Keduanya datang melaporkan diri, mengakui kesalahannya, lalu minta dihukum dengan hukuman paling berat yang merenggut nyawa.

Keduanya seperti tidak yakin bahwa taubatnya diterima oleh Allah, jika hanya dengan lantunan doa dan istighfar, tanpa menjalani hukuman rajam. Keduanya memilih hukuman di dunia walaupun teramat berat, daripada di akhirat nanti dihukum dengan hukuman yang lebih dahsyat. Usai eksekusi para sahabat masih memperdebatkan, apakah taubatnya diterima oleh Allah atau tidak? Bahkan Umar bin Khattab mempertanyakan, apa layak menshalatkan jenazah orang yang berbuat dosa zina seperti ini?

"Sungguh Allah telah menerima taubatnya. Bila taubatnya dibagikan kepada seluruh umat ini, niscaya taubatnya masih tersisa," ujar Rasulullah SAW meyakinkan. (HR Muslim No 1695).

Perubahan drastis bisa terjadi pada diri seorang Muslim, manakala keyakinan akan adanya kehidupan di hari akhirat, meresap ke lubuk hati yang paling dalam. Wallahu a`lam. 

(Dimuat di Republika Oleh Muhammad Abbas Aula) 
Source from : Mihrab Qalbi

Wasiat Luqman tentang Akidah, Akhlak, dan Syariah

يابني إنها إن تك مثقال حبة من خردل فتكن في صخرة أو في السموات أو في الأرض يأت بها الله إن الله لطيف خبير(16)
 Artyinya : (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus, lagi Maha Mengetahui

يابني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانه عن المنكر واصبر على ما أصابك إن ذلك من عزم الأمور(17)
Artinya : Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

ولا تصعر خدك للناس ولا تمش في الأرض مرحا إن الله لا يحب كل مختال فخور(18)
Artinya : Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

واقصد في مشيك واغضض من صوتك إن أنكر الأصوات لصوت الحمير(19)
Artinya : Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.