Selasa, 29 April 2014

*MUTIARA MUSISI JALANAN*


*MUTIARA MUSISI JALANAN*
Goresan Pena: a.n. W.H


Sore itu matahari mulai kembali ke pengaduan
Kulihat kendaraan menguasai Ibu Kota
Bukan perkara padat merayap yang ada disana
Tapi ada satu pemandangan yang membuat aku terharu

Sepasang mata melihatku begitu tajam
Dipetiknya alat itu kemudian bernyanyi
Ada pakaian kumuh yang ia kenakan

Uuusssttt…

Aku berharap tidak ada polusi suara yang lain kecuali suara dia
Dilantunkannya lagu yang membuatku semakin menatapnya
Apa yang ada dilirik itu benar
“Tak ada manusia yang terlahir sempurna”
Aku lirik codetnya
“Jangan kau sesali segala yang telah terjadi”
Kenapa dia masih bertahan???
“Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat”
“Seakan hidup ini tak ada artinya lagi”

Oh tuhan… orang seperti dia yang menyadariku saat ini

Zaman membuatku bertanya
Mungkin kita sedang di surga
Menikmati susu dan kurma
Sementara ada saudara-saudara teronggok dalam dilema

Merasakan beratnya hidup
Derita sakit yang merakit
Terhimpit ekonomi yang menjepit
Sungguh takdirpun jadi berpalit

Namun keringat yang membasah tak selalu jadi sentuhan
Akhirnya hanyalah teka-teki sebagai jawaban
Diperbatasan ini aku tersadar
Banyak mimpi-mimpi yang ingin mereka wujudkan
Pesanmu kini menjadi ayat

Dalam ukiran sajak-sajak hidupku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar