~ ... 14 September 2018, 20.25 WIB, entah
kenapa ingin memulai menulis kembali, semacam ada kekuatan yang bangkit setelah
seharian “meliburkan” diri dari rutinitas ...~
Malam ini, tak sengaja lihat konser band legendaris Indonesia di trans
7. Salah satu band yang tetap eksis dengan lagu-lagu populer yang bisa dibilang
sangat mengena di semua kalangan umur. Bahkan mertua saya pun ternyata lebih
memilih nonton ini daripada konser dangdut di Indosiar yang biasanya jadi menu
wajib tiap malam. Hehehe
Sheila On 7 (SO7). Sebuah kisah klasik yang fenomenal menjadi tema
konser. Tak terasa pula perjalanan band ini sudah 22 tahun. Tetap survive dan digemari
ditengah arus industri musik yang semakin dinamis, sulit, dan liar. Bahkan bisa
menggandeng berbagai artis lintas aliran musik & lintas generasi untuk satu
panggung menyanyikan lagu-lagu fenomenalnya adalah sesuatu yang syahdu.
Lantas, Apa hubungannya Sheila on 7 dengan
Sekolah ini (read : NURIS DUA) ? :D
Jawabannya : tidak ada, :D :D :D hanya saja
saya tertarik, apa sih resep band ini bisa tetap eksis, memiliki fans fanatik,
dan diterima di semua kalangan umur? Ini yang jadi obrolan utama tulisan saya.
Tidaklah mudah menjadi Sheila On 7, setidaknya perlu kualitas musik,
profesionalitas dalam berkarya, dan inovasi berkelanjutan tanpa menghilangkan
ciri khas. Tiga hal tadi yang menurut saya rasa ada di SO7 dan menjadi resep
utama band ini.
Kualitas, Profesionalitas, dan Inovasi wajib dimiliki sebuah lembaga
pendidikan agar tetap eksis memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tak
terkecuali NURIS DUA yang baru berumur 4 tahun berjalan (2015-2018). Mari kita
kupas satu per satu.
Kualitas Pendidikan
Dimulai dari sebuah pertanyaan, Bagaimana ciri sebuah lembaga pendidikan
dikatakan memiliki kualitas yang baik? Tentunya, untuk menjawab hal tersebut
diperlukan waktu yang cukup panjang untuk membuktikannya. Itulah track record. Akan tetapi, bagi sebuah
lembaga pendidikan yang bisa dikatakan baru berusia anak balita (4 tahun jalan),
indikator yang jelas bisa dilihat adalah jumlah siswa masuk di lembaga
tersebut. Bisa dikatakan ini adalah tentang sebuah trust (kepercayaan) dari masyarakat.
Tidaklah mudah, membuat masyarakat sekitar sekolah untuk yakin dan
mantap menyekolahkan anaknya di NURIS DUA ini. Bahkan, tahun pertama kami hanya
mendapat 8 anak, itupun pekan pertama masuk ada 1 anak pindah ke sekolah
tetangga. Tahun kedua pun tak banyak perubahan, 10 anak yang masuk. Setidaknya,
inilah ujian sekolah baru, mampukah kita survive?
Semisal hingga tahun ke-3 jumlah siswa yang masuk masih berkisar itu.
Berat, sungguh berat melangkah kedepannya.
Alhamdulillah, kami tidak menyerah apalagi berputus asa, karena janji Allah itu pasti.
QS. Al Insyiroh : 5-6 “sesungguhnya setiap
kesulitan, pasti diiringi kemudahan, dan sesungguhnya setiap kesulitan, pasti
diiringi kemudahan”. Tentunya ada syarat-syarat tertentu supaya realisasi
janji itu berlaku kepada sekolah kami. Dua tahun awal, kami fokus perbaikan internal
dan benar-benar memberikan pelayanan pendidikan sesuai brand sekolah kami “Sekolah Alam Nurul Islam”. Konsep pendidikan kami
adaptasi dari NURIS JOGJA sebagai pusat belajar sekolah kami, tentunya dengan
berbagai penyesuaian kultur masyarakat di sekitar sekolah.
Hal pertama yang kami lakukan adalah komunikasi dan memahamkan orang tua
siswa terkait konsep pendidikan di NURIS yang sedikit berbeda dengan sekolah
umum lainnya. Ditengah keterbatasan fisik, fasilitas sarpras sekolah, kami
selalu menekankan bahwa sekolah kami
tidak hanya membangun fisik sekolah saja, akan tetapi fokus utama kami adalah
membangun manusia itu sendiri (read : anak)”. Melalui berbagai program yang terangkum
dalam motto sekolah yaitu Sholeh, Ilmuwan, Pemimpin atau disingkat SIP, kami
mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendidik anak sesuai fitrohnya. Karena
yang kita hadapi bukanlah alat atau mesin, melainkan manusia, maka tiap anak
tidak bisa disama ratakan dan setiak anak kami yakini memiliki potensi (fitroh)
kebaikan masing-masing. Tugas kita bersama, mendampingi, memfasilitasi, dan
mengembangkan potensi anak-anak tersebut.
Inilah hal mendasar yang kami yakini dalam pendidikan dasar untuk bekal anak-anak
menghadapi masa depan. Sholeh, terbinanya
keimanan dan ketaqwaan anak-anak kepada Allah SWT. Ilmuwan, membiasakan anak untuk berfikir dan bersikap
ilmiah dalam mengatasi berbagai hal yang dihadapi. Pemimpin, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri anak
agar mereka siap untuk memimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat bahkan ke
level kepemimpinan nasional hingga dunia.
Alhamdulillah, tahun ke 3 & ke 4 penerimaan siswa baru, peningkatannya luar biasa.
Tahun ketiga 28 siswa dan tahun ke empat 38 siswa serta ada tambahan total 9 siswa
pindahan ke sekolah kami. Tentunya peran orang tua, yayasan, keluarga wakif,
masyarakat sekitar dan juga tak kalah pentingnya ujung tombak sekolah kami
yaitu guru, sangatlah berharga tak ternilai. Jazakallah untuk semua dedikasi, perjuangan, dan pengorbanan
berbagai pihak. Mari terus berbenah dan terus melakukan perbaikan
berkelanjutan.
Profesionalitas Lembaga dan Pendidik
Guru adalah ujung tombak. Jika ianya mempunyai kompetensi, profesionalitas,
dan kontribusi yang tajam, maka akan mudah menancapkan nilai-nilai pendidikan terbaik
ke dalam diri anak, akan tetapi jika ianya tumpul, maka yang terjadi sebaliknya.
Oleh sebab itu, guru di NURIS DUA wajib hukumnya melalui seleksi dan masa training
yang cukup panjang agar benar-benar siap mendidik anak. Guru diharuskan pula
untuk selalu belajar dan meng-upgrade
pengetahuan, ketrampilan, kompetensi secara terus menerus.
Apakah hanya cukup hanya guru ? tidak, sebagai bentuk dukungan, pihak
yayasan dan lembaga sekolah pun wajib memberikan feedback terbaik untuk guru. Bagaimana tidak, guru di era sekarang
tuntutan dan tantangannya luar biasa besar dalam mendidik anak yang katanya jaman now. Oleh karena itu, guru juga
berhak mendapatkan fasilitas gaji dan tunjangan-tunjangan kehidupan lainnya
yang harus layak. Membuat guru merasa nyaman dalam bekerja merupakan faktor utama
dalam lancarnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tentunya ini semua berkaitan
erat dengan manajemen operasional yang sehat dan ditunjang keuangan yang cukup.
Inovasi Berkelanjutan
Singkatnya pakai ATM. Amati, Tiru, Modifikasi. Sudah itu saja... J J J hehehe. Amati, Belajarlah dari
berbagai sekolah yang berkualitas dan profesional dalam pelayanan pendidikan. Tiru, Pilah dan pilih
program terbaik, unggulan, dan yang up
date. Terapkan untuk sekolah dengan penyesuaian hal-hal tertentu. Modifikasi, Tidak sekedar Copy Paste, sesuaikan dengan ciri khas
karakter dan brand sekolah kita sehingga mempunyai value yang unggul
Alhamdulillah, selesai tulisan ini 22.45 WIB,
14 September 2018
~ Karena sebuah semangat kisah klasik,
terkadang itu
adalah sebuah Anugerah Terindah Yang Pernah
Kumiliki ~