Jumat, 14 September 2018

Ternyata, Hubungan Sheila On 7 dan NURIS DUA seperti ini !!!



~ ... 14 September 2018, 20.25 WIB, entah kenapa ingin memulai menulis kembali, semacam ada kekuatan yang bangkit setelah seharian “meliburkan” diri dari rutinitas ...~

Malam ini, tak sengaja lihat konser band legendaris Indonesia di trans 7. Salah satu band yang tetap eksis dengan lagu-lagu populer yang bisa dibilang sangat mengena di semua kalangan umur. Bahkan mertua saya pun ternyata lebih memilih nonton ini daripada konser dangdut di Indosiar yang biasanya jadi menu wajib tiap malam. Hehehe
Sheila On 7 (SO7). Sebuah kisah klasik yang fenomenal menjadi tema konser. Tak terasa pula perjalanan band ini sudah 22 tahun. Tetap survive dan digemari ditengah arus industri musik yang semakin dinamis, sulit, dan liar. Bahkan bisa menggandeng berbagai artis lintas aliran musik & lintas generasi untuk satu panggung menyanyikan lagu-lagu fenomenalnya adalah sesuatu yang syahdu.

Lantas, Apa hubungannya Sheila on 7 dengan Sekolah ini (read : NURIS DUA) ? :D
Jawabannya : tidak ada, :D :D :D hanya saja saya tertarik, apa sih resep band ini bisa tetap eksis, memiliki fans fanatik, dan diterima di semua kalangan umur? Ini yang jadi obrolan utama tulisan saya.

Tidaklah mudah menjadi Sheila On 7, setidaknya perlu kualitas musik, profesionalitas dalam berkarya, dan inovasi berkelanjutan tanpa menghilangkan ciri khas. Tiga hal tadi yang menurut saya rasa ada di SO7 dan menjadi resep utama band ini.
Kualitas, Profesionalitas, dan Inovasi wajib dimiliki sebuah lembaga pendidikan agar tetap eksis memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tak terkecuali NURIS DUA yang baru berumur 4 tahun berjalan (2015-2018). Mari kita kupas satu per satu.

Kualitas Pendidikan
Dimulai dari sebuah pertanyaan, Bagaimana ciri sebuah lembaga pendidikan dikatakan memiliki kualitas yang baik? Tentunya, untuk menjawab hal tersebut diperlukan waktu yang cukup panjang untuk membuktikannya. Itulah track record. Akan tetapi, bagi sebuah lembaga pendidikan yang bisa dikatakan baru berusia anak balita (4 tahun jalan), indikator yang jelas bisa dilihat adalah jumlah siswa masuk di lembaga tersebut. Bisa dikatakan ini adalah tentang sebuah trust (kepercayaan) dari masyarakat.
Tidaklah mudah, membuat masyarakat sekitar sekolah untuk yakin dan mantap menyekolahkan anaknya di NURIS DUA ini. Bahkan, tahun pertama kami hanya mendapat 8 anak, itupun pekan pertama masuk ada 1 anak pindah ke sekolah tetangga. Tahun kedua pun tak banyak perubahan, 10 anak yang masuk. Setidaknya, inilah ujian sekolah baru, mampukah kita survive? Semisal hingga tahun ke-3 jumlah siswa yang masuk masih berkisar itu. Berat, sungguh berat melangkah kedepannya.
Alhamdulillah, kami tidak menyerah apalagi berputus asa, karena janji Allah itu pasti. QS. Al Insyiroh : 5-6 “sesungguhnya setiap kesulitan, pasti diiringi kemudahan, dan sesungguhnya setiap kesulitan, pasti diiringi kemudahan”. Tentunya ada syarat-syarat tertentu supaya realisasi janji itu berlaku kepada sekolah kami. Dua tahun awal, kami fokus perbaikan internal dan benar-benar memberikan pelayanan pendidikan sesuai brand sekolah kami “Sekolah Alam Nurul Islam”. Konsep pendidikan kami adaptasi dari NURIS JOGJA sebagai pusat belajar sekolah kami, tentunya dengan berbagai penyesuaian kultur masyarakat di sekitar sekolah.
Hal pertama yang kami lakukan adalah komunikasi dan memahamkan orang tua siswa terkait konsep pendidikan di NURIS yang sedikit berbeda dengan sekolah umum lainnya. Ditengah keterbatasan fisik, fasilitas sarpras sekolah, kami selalu menekankan bahwa sekolah kami tidak hanya membangun fisik sekolah saja, akan tetapi fokus utama kami adalah membangun manusia itu sendiri (read : anak)”.  Melalui berbagai program yang terangkum dalam motto sekolah yaitu Sholeh, Ilmuwan, Pemimpin atau disingkat SIP, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendidik anak sesuai fitrohnya. Karena yang kita hadapi bukanlah alat atau mesin, melainkan manusia, maka tiap anak tidak bisa disama ratakan dan setiak anak kami yakini memiliki potensi (fitroh) kebaikan masing-masing. Tugas kita bersama, mendampingi, memfasilitasi, dan mengembangkan potensi anak-anak tersebut.
Inilah hal mendasar yang kami yakini dalam pendidikan dasar untuk bekal anak-anak menghadapi masa depan. Sholeh, terbinanya keimanan dan ketaqwaan anak-anak kepada Allah SWT. Ilmuwan, membiasakan anak untuk berfikir dan bersikap ilmiah dalam mengatasi berbagai hal yang dihadapi. Pemimpin, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri anak agar mereka siap untuk memimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat bahkan ke level kepemimpinan nasional hingga dunia.
Alhamdulillah, tahun ke 3 & ke 4 penerimaan siswa baru, peningkatannya luar biasa. Tahun ketiga 28 siswa dan tahun ke empat 38 siswa serta ada tambahan total 9 siswa pindahan ke sekolah kami. Tentunya peran orang tua, yayasan, keluarga wakif, masyarakat sekitar dan juga tak kalah pentingnya ujung tombak sekolah kami yaitu guru, sangatlah berharga tak ternilai. Jazakallah untuk semua dedikasi, perjuangan, dan pengorbanan berbagai pihak. Mari terus berbenah dan terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

Profesionalitas Lembaga dan Pendidik
Guru adalah ujung tombak. Jika ianya mempunyai kompetensi, profesionalitas, dan kontribusi yang tajam, maka akan mudah menancapkan nilai-nilai pendidikan terbaik ke dalam diri anak, akan tetapi jika ianya tumpul, maka yang terjadi sebaliknya. Oleh sebab itu, guru di NURIS DUA wajib hukumnya melalui seleksi dan masa training yang cukup panjang agar benar-benar siap mendidik anak. Guru diharuskan pula untuk selalu belajar dan meng-upgrade pengetahuan, ketrampilan, kompetensi secara terus menerus.
Apakah hanya cukup hanya guru ? tidak, sebagai bentuk dukungan, pihak yayasan dan lembaga sekolah pun wajib memberikan feedback terbaik untuk guru. Bagaimana tidak, guru di era sekarang tuntutan dan tantangannya luar biasa besar dalam mendidik anak yang katanya jaman now. Oleh karena itu, guru juga berhak mendapatkan fasilitas gaji dan tunjangan-tunjangan kehidupan lainnya yang harus layak. Membuat guru merasa nyaman dalam bekerja merupakan faktor utama dalam lancarnya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tentunya ini semua berkaitan erat dengan manajemen operasional yang sehat dan ditunjang keuangan yang cukup.

Inovasi Berkelanjutan
Singkatnya pakai ATM. Amati, Tiru, Modifikasi. Sudah itu saja... J J J hehehe. Amati, Belajarlah dari berbagai sekolah yang berkualitas dan profesional dalam pelayanan pendidikan. Tiru, Pilah dan pilih program terbaik, unggulan, dan yang up date. Terapkan untuk sekolah dengan penyesuaian hal-hal tertentu. Modifikasi, Tidak sekedar Copy Paste, sesuaikan dengan ciri khas karakter dan brand sekolah kita sehingga mempunyai value yang unggul

Alhamdulillah, selesai tulisan ini 22.45 WIB, 14 September 2018
~ Karena sebuah semangat kisah klasik, terkadang itu
adalah sebuah Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki ~

Rabu, 06 Juli 2016

Menyambut Fitri



Menyambut fitri dengan penuh hikmah
seperti hilal yang telah lama ditunggu
ia mengabarkan harapan baru untuk masa depan
menembus langit mengukir doa di sana

Bagiku ada rasa haru yang tak terkira
bagiku ada rasa bangga tak terhingga
entah bisa tersiratkan atau justru tersirat
kini setiap langkah ku ukir bersama mereka

Selamat Idul Fitri 1437 H







Selasa, 22 Maret 2016

Karena Cinta Bisa Terasa dan Semakin Mesra Lewat Rintihan Doa



Selayang pandang melepas rindu
dikala senja tak lagi mengharu biru
secercah cinta menyingsing diujung senyum manja
membawa rasa yang selalu bertemu asa

Andaikan saja, senja itu mau berhenti sejenak
biarkan rasa ini tetap bertemu
bersamamu, habiskan senja menyambut malam
mengukir rindu yang dulu tak sempat terurai

Orang bilang, 
"Bagaimana bisa cinta tumbuh tanpa menyentuh ?"

dan kamu menjawab,
"Karena cinta bisa terasa dan semakin mesra lewat rintihan doa ..."

Begitulah alur kisahnya,

dan kini,
kita bersama, menjalin cinta dan cita

dan kini,
Bersama calon buah hati kita
merajut asa....

@senyummesradiujungsenjabersamamu



Minggu, 28 Februari 2016

Tumbuhlah Jadi Pendampingku


Tumbuh dan berkembang, semerbak
mengisi taman-taman asmara
bersama rindu, kau bawa secuil rasa
Iya, ini adalah rasa rindu yang bertemu

Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring embun yang menyambut pagi
Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring angin yang meniup senja